Jumat, 25 November 2011

Waktu Aku Sama Mika


Waktu itu sehari sebelum natal 2004. Aku masih belum mau menemui Mika. Orang tua Mika meneleponku. Mereka berharap aku mau menemui Mika. Aku diam saja.
Tapi, ketika mereka menjemputku dan membawaku menemui Mika, aku tidak menolak..
Aku melihat Mika. Di kamar. Sendirian. Mika tersenyum..
Aku diam saja. Mika menyuruh aku duduk disampingnya. Aku menurut..
Aku pandangi Mika. Rasa benci dan marah itu datang lagi. Tapi kali ini disertai rasa ingin menangis.
Aneh, aku ingin menangis tapi air mataku tidak mau keluar.
Aku dengar suara Mika. Sepertinya dia bergumam. Pelan-pelan aku mengerti. Ternyata Mika berusaha bernyayi.
Mika menggumamkan lagu "Just The Way You Are" milik Billy Joel. Aku tetap diam. Tapi, diam-diam aku berbaring disamping Mika agar aku bisa mendengar suaranya lebih jelas.
Berbaring menggunakan penyangga sangatlah menyakitkan.
Tapi aku tidak peduli
Pukul 23.00. Aku terus berbaring disamping Mika. Mika berhenti bernyanyi. Sepi... sekali.
Hingga mamanya Mika masuk ke dalam kamar untuk menyalakan TV. Mika tersenyum. Ada film Home Alone 2 di TV. Itu film kesukaan Mika. Aku ikut menonton bersama Mika.
Waktu itu, aku bisa merasakan nafas Mika naik dan turun. Setiap kali Kevin McAllister membuat kekacauan, nafas Mika semakin cepat. Aku tahu, pasti di dalam hatinya Mika sedang tertawa kencang.
Film Home Alone 2 belum selesai. Aku bisa merasakan Mika tidak tertawa lagi. Perasaan marah dan benci itu datang lagi.
Aku marah sama Tuhan. Kenapa Tuhan ambil Mika sekarang? Kenapa Tuhan tidak mau menunggu 30 menit lagi sampai filnya selesai?
Aku tidak bergerak. Tetap disamping Mika. Mataku memandang tivi. Tapi aku tidak menonton tivi lagi. Aku bingung... Aku sendirian...
30 menit kemudian film Home Alone 2 selesai. Waktu itu orang tua Mika masuk ke dalam kamar. Lalu, aku dengar suara tangisan dan jeritan. Aku masih disamping Mika. Tidak ada yang berani menyentuhku. Aku tetao diam. Tidak tahu sudah berapa lama. Hingga ada yang menggendongku, ayahku. Dia membawaku pulang, aku pasrah saja dalam gendongannya. Tidak menangis..



Sabtu, 05 November 2011

Skyscaper - Demi Lovato

Skies are crying, I am watching
Catching teardrops in my hands
Only silence, as it’s ending
Like we never had a chance
Do you have to make me feel 
Like there’s nothing left of me

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glass
Like I’m made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper, like a skyscraper

As the smoke clears
I awaken and untangle you from me
Would it make you feel better 
To watch me while I bleed
All my windows still are broken 
But I’m standing on my feet

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glass
Like I’m made of paper
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper, like a skyscraper

Go run run run I’m gonna stay right here
Watch you disappear yeah
Go run run run yeah it’s a long way down
But I’m closer to the clouds up here

You can take everything I have
You can break everything I am
Like I’m made of glass
Like I’m made of paper
Ohh...
Go on and try to tear me down
I will be rising from the ground
Like a skyscraper, like a skyscraper
Like a skyscraper, like a skyscraper
Like a skyscraper...

I NEED I NEED ┐('⌣'┐) (┌'⌣')┌

I need big room only for me and my friend....

I need big bed in my bedroom....

I need big garden......


And I need BIG SWIMMING POOL \(´▽`)/

Jumat, 04 November 2011

 Teman itu merangkul hangat....


 Teman itu bisa menopang kesedihan....

Teman itu mampu berjalan bersama....

Teman itu memberi motivasi dan semangat....

Dan teman itu adalah KEBAHAGIAAN.....