Waktu itu sehari sebelum natal 2004. Aku masih belum mau menemui Mika. Orang tua Mika meneleponku. Mereka berharap aku mau menemui Mika. Aku diam saja.
Tapi, ketika mereka menjemputku dan membawaku menemui Mika, aku tidak menolak..
Aku melihat Mika. Di kamar. Sendirian. Mika tersenyum..
Aku diam saja. Mika menyuruh aku duduk disampingnya. Aku menurut..
Aku pandangi Mika. Rasa benci dan marah itu datang lagi. Tapi kali ini disertai rasa ingin menangis.
Aneh, aku ingin menangis tapi air mataku tidak mau keluar.
Aku dengar suara Mika. Sepertinya dia bergumam. Pelan-pelan aku mengerti. Ternyata Mika berusaha bernyayi.
Mika menggumamkan lagu "Just The Way You Are" milik Billy Joel. Aku tetap diam. Tapi, diam-diam aku berbaring disamping Mika agar aku bisa mendengar suaranya lebih jelas.
Berbaring menggunakan penyangga sangatlah menyakitkan.
Tapi aku tidak peduli
Pukul 23.00. Aku terus berbaring disamping Mika. Mika berhenti bernyanyi. Sepi... sekali.
Hingga mamanya Mika masuk ke dalam kamar untuk menyalakan TV. Mika tersenyum. Ada film Home Alone 2 di TV. Itu film kesukaan Mika. Aku ikut menonton bersama Mika.
Waktu itu, aku bisa merasakan nafas Mika naik dan turun. Setiap kali Kevin McAllister membuat kekacauan, nafas Mika semakin cepat. Aku tahu, pasti di dalam hatinya Mika sedang tertawa kencang.
Film Home Alone 2 belum selesai. Aku bisa merasakan Mika tidak tertawa lagi. Perasaan marah dan benci itu datang lagi.
Aku marah sama Tuhan. Kenapa Tuhan ambil Mika sekarang? Kenapa Tuhan tidak mau menunggu 30 menit lagi sampai filnya selesai?
Aku tidak bergerak. Tetap disamping Mika. Mataku memandang tivi. Tapi aku tidak menonton tivi lagi. Aku bingung... Aku sendirian...
30 menit kemudian film Home Alone 2 selesai. Waktu itu orang tua Mika masuk ke dalam kamar. Lalu, aku dengar suara tangisan dan jeritan. Aku masih disamping Mika. Tidak ada yang berani menyentuhku. Aku tetao diam. Tidak tahu sudah berapa lama. Hingga ada yang menggendongku, ayahku. Dia membawaku pulang, aku pasrah saja dalam gendongannya. Tidak menangis..










